Manusia dikaruniai beberapa kecerdasan yang berupa kecerdasan fisik (PQ), kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosi (EQ), kecerdasan spiritual (SQ) dan kecerdasan daya tahan mental (AQ). Namun manusia juga dikaruniai insting (naluri) yang berupa naluri dorongan seksual (sexual desire), naluri bertahan (survive), naluri persaingan (competition) dan naluri pengorbanan diri (Self Sacrifice).
Yang akan dibahas di sini adalah naluri bertahan (survive). Bertahan untuk hidup adalah naluri utama manusia yang bisa mengalahkan apapun, bahkan cinta sekalipun. Untuk bertahan, naluri manusia tidak hanya sendiri, tapi ditemani oleh sesama dan Tuhan. Bertahan hidup dalam jaman sekarang ini bisa diartikan bertahan dalam hidup yang susah untuk mencari nafkah keluarga, kerja, santai/kenyamanan. Terkadang kita harus melakukan sesuatu yang tidak pada tempatnya untuk bertahan. Contohnya, ada yang harus mencuri baru bisa membeli makan, ada yang harus bekerja pekerjaan yang tidak legal untuk mendapat uang, bahkan ada yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kenyamanan. Itulah manusia.
Tapi ada beberapa manusia yang bertahan menghidupkan orang lain. Contohnya adalah orang tua. Orang tua adalah manusia yang memiliki naluri bertahan untuk membahagiakan anaknya. Mereka melakukan apa saja demi kita untuk bisa bertahan hidup. Mereka tidak bisa tergantikan oleh siapapun.
Adapun cara-cara yang ditempuh untuk mengembangkan naluri untuk bertahan, terutama bertahan hidup, yaitu:
1. Berbagi pikiran dan ide
Untuk bertahan hidup, kita harus berpikir bagaimana menjalani hidup ini. Tetapi jagnanlah berpikir bahwa apa yang kamu pikirkan itu BENAR. Jadi, ada baiknya untuk meminta orang lain atau teman dekat untuk menilai apa pikiranmu itu cocok atau tidak dengan keadaan hidupmu. Atau kamu bisa juga memulai membuat blog untuk membagi pikiranmu dan lihatlah comment dari pengunjung blogmu. Bisa saja itu mengembangkan cara berpikirmu menjadi lebih dewasa.
2. Ekspresikan dirimu
Ekspresi adalah hal yang sangat esensial untuk naluri kita. Jika kita tidak bisa mengekspresikan siapa diri kita, naluri kita akan susah sekali dikenal orang lan. Apabila kamu merasakan sesuatu, keluarkanlah itu. Entah itu dengan teriakan, tangisan, ataupun tawa lebar. Apa hubungannya dengan bertahan? ADA! Hubungannya jika kamu tidak dikenal orang lain, kamu akan menjadi kesan yang kurang baik di mata merka. Dan kamu akan jarang diajak komunikasi. Dan kamu akan sulit bertahan hidup tanpa komunikasi.
3. Jadilah orang yang proaktif
Salah satu hal penting adalah jangan biarkan dirimu sendiri merasa bosan. Kalau kamu bosan, kamu mulai stress tentang hal-hal yang kamu lakukan. Susun hal-hal dengan teman sesering mungkin. Walaupun itu hanya bermain ke rumahnya utnuk bermain video game, atau pergi ke mall. Dari situ, secara tidak sadar, kamu sudah mengembangkan potensi berinteraktif yang akan kamu butuhkan untuk bertahan hidup. Apalagi jika mereka sebaya kamu, cara berpikir kalian pun mirip dan bisa mengerti satu sama lain.
4. Senanglah untuk bekerja
Mau tidak mau, cara dasar untuk bertahan hidup adalah bekerja untuk mendapat uang. Banyak sekali hambatan yan gdijumpai saat bekerja. Kadang-kadang kita merasa bosan, atau pekerjaan kita menumpuk sehingga terasa sangat berat. Cara mengatasi itu adalah hadapi dengan senyuman. Senyum bisa membuat ringan pekerjaanmu. Karena bersenyum bisa menaklukan pekerjaan kamu yang berat.
5. Orang tua sebagai inspirasi
Orang tua adalah orang yang sangat berharga dan inspirasimu untuk bertahan hidup. Jika kamu sedang berada di titik paling bawah dalam hidupmu, maka kamu harus ingat pada orangtuamu bahwa kamu ingin membahagiakan mereka. Dan apapun yana menghalangimu, itu tidak ada apa-apanya dibandingkan perjuangan orangtuamu untuk bertahan.
6. Good Luck
Sukses selalu untuk kita semua dalam bertahan dalam hidup ini. Terutama sebentar lagi kita akan dinyatakan kelulusannya, yang akan menentukan nasib hidup kita.
Saranku adalah supaya kita semua menjalani hidup ini dengan tulus dan bijaksana. Karena kebijakan adalah kunci untuk bertahan hidup. Dan nikmati hidupmu selagi kamu bisa. Saat kecil, kamu ingin cepat-cepat menjadi dewasa. Tapi, saat dewasa nanti, kamu akan merindukan masa kecilmu dan ingin kembali ke masa kecil lagi. So, do respect what God gave you